Wednesday, January 30, 2013

Price Tag

Diposkan oleh Ferina Aquila di 8:16 PM
Reaksi: 
“Uang bukanlah segalanya”. Lo pasti udah pada familiar kan denger kata-kata itu? Ya, memang ada beberapa hal yg gak bisa dibeli dengan uang kayak kasih sayang, cinta, perhatian, keluarga dan harga diri. Lo naksir cewe ...nggg, atau cowo ..atau banci ya terserah lo deh, tapi dia gak suka sama lo. Dari lo beliin gelang ronce di lapak aksesoris pinggiran sampe jam tangan mewah bertabur kristal Swarovski pun kalo dia gak ada rasa ya ga bakal suka sama lo dari hati.

Tapi diluar hal-hal itu ... Man, segalanya butuh uang. Makan butuh uang. Seneng-seneng butuh uang. PDKT butuh uang. Pipis di pom bensin juga butuh duit. Buang air kecil seribu, mandi dua ribu, mandi kembang tiga ribu lima ratus. Sementara paket lulur ekstra itu ... Err~ ketauan deh gue resepsionis salon spa. Pokoknya, ibarat lagu, kalo lagunya Jessie J bilang: it’s not about money money money. We don’t need your money money money. Gue sih bakal ganti liriknya jadi: it’s all about money money money. We really need your money money money ... #SSGD. Suka-suka gue dong!


Anyway, untuk ngedapetin duit tentu aja kita harus berusaha. Kalau dulu orang bener-bener bekerja keras untuk mendapatkan uang masih terbilang gampang, di era yg persaingannya semakin ketat ini disamping ekonomi juga lagi susah, banyak orang yg menghalalkan segala cara untuk meraih uang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yg relatif cepet. Ya orang sekarang kan maunya yg instan ya? Laper, males masak/anak kos gak punya duit, bikin mi instan, lalu keterusan sampai 40 hari berikutnya, kemudian kanker (hiks!). Tugas sekolah/kampus, gak butuh referensi buku langsung capcus cyiiin ke gogel. Padahal sukses yg instan akan berakhir secara instan juga alias sementara. Sementara sukses yg dimulai dengan kerja keras dari hal sekecil apapun, itu bakal berlangsung lama.

Begitu juga dengan pengen punya banyak uang/kaya. Ada yg nyulik kayak kasus anaknya Musdalifah, janda dirampok (ini kejadian di kampung gue. Hiii~), sampe penipuan berkedok sumbangan yg sering terjadi.

NAH, ngomong-ngomong soal penipuan disinilah poin tulisan gue kali ini. Tadi gue stalking twitternya @shitlicious. Buat yg belum tau, bang Alitt Susanto itu penulis buku “Shitlicious” dan “Skripshit”. Tadi itu dia ngetwit masalah akun fake yg berkedok mengumpulkan dana buat ngebantu orang sakit. Jadi ada orang sakit parah beneran terus si pelaku memanfaatkan keadaan ini buat meraup untung bagi dia pribadi dengan alasan dana sosial. Berhubung gue juga termasuk orang yg sakit parah, apalagi gue bikin blog gini dan mungkin aja dibaca orang yg berniat jelek, gue mau tegaskan GAK ADA DONASI YG MENGATASNAMAKAN FERINA AQUILA YA?! Gue gak pernah bikin kayak gituan. Gue gak mau aja ada orang gak bener yg ‘menjual penderitaan’ gue dengan bikin donasi fake kayak gitu, apalagi tanpa izin gue. Enak aja gue yg meriang dia yg cuma modal ngarang cerita mendayu dayung ke pulau seberang bisa dapet duit banyakan! Kalo lo sampe nemu ada yg gitu mengatasnamakan gue, kasih tau gue ya? Jangan harap pelakunya bisa pipis sambil salto lagi! Gue bikin hernia ntar. Huh. Karena nanti disini bukan cuma gue aja yg merasa dirugikan. Kasihan orang-orang yg niatnya emang mau beramal.

Ngomong-ngomong soal tindak kriminal kayak gitu, gue jadi inget cerita di salah satu bukunya Kahlil Gibran yg judul bahasa Indonesianya “Airmata & Sukacita dari Lebanon”. Beuh! Pecicilan begini gue juga suka gaya bahasa yg sistematis mekanis matematis yg terangkai indah bak puisi. Sayangnya gue gak bakat merangkai kata. Merangkai kata wasiat aja bubar. Pffft~

Buku "Airmata dan Sukacita dari Lebanon" by Kahlil Gibran

Kalo pesan yg gue tangkep dari cerita ini adalah: yang pertama, JANGAN MUDAH PUTUS ASA. Tuhan gak suka lo berputus asa karena itu tandanya lo gak percaya Dia. Wujudkan yg lo percayai. Kalo disitu gak kesampean, coba di tempat lain. Ada seribu jalan menuju roma. Mau nikung belok kiri, lurus mentok, muter-muter bunderan, apa aja karena Tuhan membuka banyak jalan yg baik yg bisa lo tempuh. Karena disaat lo putus asa, iblis datang dan meracuni pikiran lo.

Gue selalu percaya manusia punya dua sisi. Sisi baik dan sisi jahat. Kayak kata-katanya Sirius Black, tergantung sisi mana yg kita pilih. Jadi orang jahat atau jadi orang baik. Lagipula kalo lo bener-bener kesusahan berusaha sendiri, masih ada orang baik kok yg mau nolong asal lo gak menyalahgunakan bantuan itu.

Pesan yg kedua dari buku ini sih gue rasa, rasa tamak dan serakah itu ngerugiin orang lain karena tadi, segala cara dihalalkan. Akibatnya kita jauh dari Tuhan. Biar lo semakin paham, so this is the story :))

Sang Penjahat
From book “Tears and Laughter” by Kahlil Gibran

Seorang pemuda yg kuat tubuhnya, lemah karena lapar, duduk di trotoar sambil mengulurkan tangannya kepada semua orang yg lewat, mengemis dan mengulang nyanyian sedih dari kekalahan dalam kehidupannya, sambil menderita karena lapar dan karena dihina.

Ketika malam datang, bibir serta lidahnya kering, sementara tangannya masih juga kosong seperti perutnya.

Ia bangkit berdiri dan keluar kota, dimana ia duduk dibawah sebuah pohon dan menangis tersedu-sedu. Lalu ia angkat matanya yg bingung ke langit sementara rasa lapar menggerogotinya, dan ia berkata: “Ya Tuhan, aku pergi ke orang kaya itu dan memohon pekerjaan, tetapi ia berpaling karena penampilanku yg compang-camping; aku mengetok pintu sekolah, tetapi aku dilarang menikmati penghiburan karena aku bertangan kosong; aku mencari pekerjaan apapun demi mendapatkan roti, tetapi semuanya sia-sia. Dalam keputusasaan aku mengemis, tetapi para penyembah-Mu melihatku dan berkata, ‘Ia kuat tetapi malas, janganlah ia mengemis’.

“Ya Tuhan, atas kehendak-Mu lah ibuku melahirkan aku, dan sekarang bumi mempersembahkanku kembali kepada-Mu sebelum akhirnya”.

Lalu ekspresinya berubah. Ia bangkit berdiri dan matanya sekarang bersinar dengan penuh tekad. Ia ambil sebatang ranting dari dahan pohon itu, dan menunjuknya ke arah kota, sambil berseru: “Telah kuminta roti dengan seluruh kekuatan suaraku, dan aku ditolak. Sekarang akan kuperoleh roti itu dengan kekuatan otot-ototku! Telah kuminta roti demi nama belas kasihan dan kasih, tetapi manusia tidak mau mendengarkan. Sekarang akan kuambil roti itu demi nama iblis!”.

Tahun-tahun yg lewat menyaksikan pemuda ini menjadi perampok, pembunuh, dan penghancur jiwa; ia hancurkan semua orang yg menentangnya; ia timbun kekayaan dengan mana ia mendekati mereka yg berkuasa. Ia dikagumi oleh rekan-rekannya, diiri oleh pencuri lainnya, dan ditakuti oleh banyak orang.

Kekayaan serta posisinya yg palsu memenangkan hati sang Emir yg kemudian menunjuknya menjadi wakil di kota tersebut―proses menyedihkan yg dilaksanakan oleh gubernur yg tidak bijaksana. Maka pencurianpun disahkan; penindasan didukung oleh kekuasaan; penghancuran terhadap yg lemah menjadi sesuatu yg umum; orang banyak menjilat dan memuji.

Demikianlah sentuhan pertama keegoisan manusia menjadikan orang yg rendah hati penjahat, dan menjadikan pecinta damai pembunuh; demikianlah ketamakan manusia pada mulanya bertumbuh dan balas menyerang manusia seribu kali lipat! 

0 komentar:

Post a Comment

 

Life Afterlife Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos