Monday, August 19, 2013

Coretan Kecil

Diposkan oleh Ferina Aquila di 4:12 AM
Reaksi: 
30 komentar

Gak banyak kata yang bisa aku tulis kali ini. Ini pun juga bukan aku yang mengetik, aku cuma ndiktein aja.

Maaf udah lama gak ngepost di blog. Aku udah gak sebaikan kemaren. Paru-paruku meradang. Aku kesulitan bernafas, buat bicara aja harus pelan-pelan. Aku sering dibantu selang oksigen. Liverku membengkak, buat gerak sedikit sakit.

Buat yang masih suka nanya, ”masih kemo/radiasi?” aku udah berkali-kali jawab, “enggak”. Pengobatan medis semuanya udah selesai. Sekarang aku cuma minum obat seadanya di rumah.

Nanti kalo Allah mengijinkan tanganku buat nulis lagi di blog, insya Allah aku nulis. Untuk sementara ini aku lagi stuck gak bisa nulis karena keadaanku yang melemah. Makasih ya buat semua yang udah kasih semangat dan doa. Aku sayang kalian.

Semangat mba, keluarga selalu mendoakan.. :] (Aby)

Wednesday, July 31, 2013

Instant Way? No Way!

Diposkan oleh Ferina Aquila di 5:10 PM
Reaksi: 
15 komentar

Ini pertama kalinya gue ngeblog di meja belajar gue. Terakhir kali gue pake meja belajar ini waktu gue belajar buat ngadepin ujian pencak silat SNMPTN tahun 2011. Selama ini biasanya gue ngeblog sambil tengkurep di kasur, duduk di sofa atau jongkok sambil notebook ditaro di perut komodo, tapi setelah kemaren gue nonton berita katanya notbuk/lepi kalo ditaro di bantal tuh cepet panas, gue jadi ogah ngeblog ditempat empuk. Gue takut gue kena ledakan :’(. FYI, duduk di meja belajar agak lama dalam kondisi gak karuan kayak gue tuh perjuangan loh! Pinggul belakang gue yang dulu sempet ada benjolan kanker suka sakit lagi. Makanya gue lebih suka ngeblog ditempat empuk, biar sekalian istirahat tapi yaa mau gimana lagi ...

English: [This is my first time i blogging on my desk. Last time i used this stuff is when i was studying for SNMPTN test (it’s a test to get in university) in 2011. I usually blogging on my bed or sit on sofa while i put my notebook on a cushy surface such as pillow, but since i watched a news that said cushy surface can makes notebook easy to get hot, i stop. I don’t want my notebook explode anyway :’(. FYI, it’s hard for me to sit for an hour in a bad condition like this. My back haunches where the cancer ever stay sometimes feels hurt, that’s why i love blogging on my bed so i can get some rest]

Selain pinggul belakang gue tadi, di lengan kiri gue juga mendadak ada 2 benjolan kecil yang kalo dipegang agak sakit. Sementara di pangkal paha kanan ada 1. Ketiga benjolan itu muncul setelah gue radiasi. Gue berharap itu bukan masalah besar meskipun feeling gue gak enak :/. Ngeliat kondisi gue, sepertinya bapak bisa menebak isi pikiran gue akhir-akhir ini. Ibarat olos yang isinya cuma kol sama cengis, pikiran gue isinya ‘gue bakal mati’ sama ‘kapan gue matinya?’. Dan tiba-tiba tanpa gue ngomong apa-apa, saat di ruang keluarga malam itu bapak ngasih wejangan, “kadang orang gak sanggup menghadapi ketakutannya jadi dia menghindari hal-hal yang menimbulkan perasaan itu. Kalo kamu takut setan ya jangan nonton horor, kalo kamu takut sama kemungkinan-kemungkinan terburuk penyakit kamu ya jangan baca hal yang bikin kamu down, jangan dengerin dan mikirin yang aneh-aneh. Kalo dengan gak tau, acuh itu bisa bikin kamu tenang, ngerasa gak ada beban, ya itu lebih baik”.

[Beside that, there is 2 little node on my left arm and 1 on my right thigh. When i touch them, i feel a little pain. They show up after my radiation therapy. I wish it’s not a big problem even i know that will be the opposite. Knowing i’m not okay, dad told me, “if you’re afraid of your cancer, just don’t read and hear anything about it. If being ignorance could make you restful, no pressure, maybe that would be better”]


Gue harap pengobatan yang gue jalani gak perlu sepanjang dan selama ini. Andai aja bisa cepet dan instan. Sayangnya gak ada yang begitu, kalo pun ada yang ngejanjiin sembuh cepet itu cuma tebar angin sorga aja dan biasanya aneh-aneh. Dari pengobatan tradisional yang cara pengobatannya gak nyambung kayak makan tahu tempe bacem selama sebulan sampe MLM gue pernah ditawarin biar sembuhnya cepet. Gue tolakin deh tuh! Yang paling ngeselin tuh yang MLM karena gue nyaris dijebak.

[I wish i could get better instantly but i know there’s no instant way. By the way, i almost tricked by a girl who actually is a member of MLM (multi level marketing). In Indonesia this is known as deception because they take our money and promising many good things but it never happen]

Jadi ceritanya ada cewek, ya ada lah satu sekolah. Dia ini emang terkenal doyan sama bisnis. Entah ngebet pengen jadi orang kaya atau kepepet utang apa aja dilakuin sampe akhirnya dia terjun ke MLM. Menurut gue dia iblis banget karena bisa-bisanya mau jadiin gue korban MLM padahal gue lagi sakit dan gue butuh duit, eh dia malah mau morotin gue. Itu kan kejem! Orang susah kok di zhalimi. Ya kali aja otaknya udah kebayang janji-janji sorga atasannya jadi alesan dia katanya nolongin gue biar cepet sembuh. Siang itu, dia ngajak gue pergi. Katanya mau curhat, gue kira kita mau kongkow di cafe gak taunya gue dibawa ke rumah yang didalemnya ternyata banyak orang lagi pada duduk ngadep layar proyektor. Gue bingung. Gue baru sadar itu MLM pas orang yang didepan ngoceh-ngoceh soal keuntungan kalo kita gabung situ, terus produk-produk yang dijualin manjur buat penyakit macam kanker (yang nantinya gue disuruh beli dengan harga yang nguras gocek), perusahaannya udah terkenal lah ngelebihin pertamina, padahal pernah denger namanya aja kagak. Karena takut ini proses pencucian otak, gue buru-buru BBM temen gue buat jemput gue. Dan gue semakin yakin itu perkumpulan MLM soalnya pas gue mau balik dengan alesan harus cek laborat, dari tuh cewek sampe yang punya rumah plus istrinya pada ikutan keluar, kayak gak ngebolehin gue pulang dulu. Gue bahkan disuruh stay 15 menit lagi tapi gue cuek aja pulang.

[So, it was afternoon. This girl took me out. I knew this girl because we’re at the same school in the past. I thought we will go to cafe but on the way she said she could help me to heal my cancer fastly. Then she took me into a house where there was a lot of people inside watched LCD projector while there was a man near the white board explained about the benefits of join this, their products that could heal my cancer (of course when this part she wanted me to bought them with high price) and many things he said. I’m afraid that included brainwashing process so i left that house and decided to go home]

Intinya sih, di dunia ini tuh gak ada yang instan. Dan biasanya jalan pintas itu cenderung jalannya setan karena saking pengen cepetnya tujuan tercapai, orang jadi gak peduli gimana caranya, halal enggaknya. Nafsu kayak gitu yang akhirnya bikin orang gelap mata. Jadi ya sewajarnya aja lah, yang penting sabar sama ikhtiar. Karena kalo kita ngebet, biasanya ada orang yang punya niat gak baik yang manfaatin ‘kita-yang-lagi-gelap-mata’ dengan nawarin jalan pintas yang bisa aja bikin kita rugi/celaka. Semoga kita senantiasa jadi manusia yang bersyukur apapun keadaan kita dan dilindungi serta dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat. Amin! 0:)

[The point is there is no instant way. Shortcut usually disposed to illegal way because people want to get what they want fastly without thinking it’s true or false. They just blind. Just thankful to God for what you have and who you are. Hope Allah protect us from bad people. Amen!]

Wednesday, July 24, 2013

Weight Width Wide

Diposkan oleh Ferina Aquila di 5:32 AM
Reaksi: 
0 komentar

Weight width wide, which mean berat dan lebaaar. Inilah yang akan gue bahas dalam tulisan gue kali ini: berat badan. Udah bukan rahasia lagi kalo berat badan jadi hal yang paling sering direwelin sama sebagian besar kaum berpipis jongkok. Apalagi kalo kaitannya bukan sama penampilan? Semua orang terutama cewek pasti mau keliatan oke, gak cuma RCTI aja yang oke. Sebagian ada yang ngerasa nyaman, ideal, puas sama berat badannya sementara yang lain ngerasa sebelas dua belas sama ternakkan gajah bahkan disinyalir titisan jerangkong karena saking kurusnya (baca: gue).

English: [Weight width wide, which mean “berat” and “lebar” in Indonesian. This is what i want to talk about: weight and width/wide in size. It’s not a secret anymore if weight becomes the important thing for girls. People especially girls want to looked good. Some feel comfortable, enjoy with their weight, some do not]


Kebanyakan sih cewek-cewek yang ngeluhin berat badan itu mereka yang ngerasa gendutan. Iya kalo mereka emang gendut, karena yang sering gue liat justru mereka yang sebenernya gak gendut tapi komplain mulu mereka gemukan (yang paling gak seberapa) udah gitu dibesar-besarin seolah-olah bobotnya nyamain kontainer. Pas ngtweet aja pake sepuluh majas. Naik sekilo, dua kilo ribut kayak boker gak ada air. Kalo tujuannya caper sih ya gue maklum aja. Cuma menurut gue pribadi, naik sekilo dua kilo dari berat biasanya itu semok, nyenengin karena keliatan seger :3

[Mostly, girls who complaining about their weight is girls who feel oversize. That’s ok if in fact they really have a fat body. But what i always find on twitter is there are many girls saying “i’m fat!” whereas they have slim body. I don’t know if they want to look for attention or what because i’m pretty damn sure they only got 1 or 2 kilograms in adding and for me it’s not a big deal. At least you look healthier than usual :3]

Anyway, gue rasa orang yang punya masalah berat badan entah kegemukan atau kekurusan bisa lah ya ngatasin masalah mereka sendiri karena rata-rata kelebihan/kekurangan berat badan mereka sebagai orang normal gak jauh-jauh banget dari berat seharusnya apalagi di jaman mode kayak gini yang bisa pakai trik-trik tertentu biar keliatan kurusan/gemukan. Lah terus gimana dengan gue? Yang kurusnya jauuuuh dari standar?

[I guess, people who have problem with their weight whether oversize or skinniness can solve their problem because as normal they won’t have a weight too far from standard. Moreover, there are many tricks you can get from internet/magazine about how to change your look so you won’t looked too fat/thin. But, the problem now is how about me who have weight less than standard?]

me, as a scrawny girl, 29 kilograms


Kelebihan itu masih jauh lebih baik daripada kekurangan. Baju yang kebesaran, bisa dikecilin. Sementara baju yang kekecilan jelas gak bisa digedein, kalopun mau digedein ya butuh tambahan kain. Kalo cuma mau bikin taplak ukurannya cukup 1x1, tapi kalo buat kafan 2x1. Iya, jadi gue ini sebenernya lagi dagang kain *loh?*. Sama kayak masalah berat badan. Masalah orang kurus pengen gendut itu jauh lebih susah ketimbang gendut pengen kurus, apalagi kalo kondisi lo sakit dan gak selera makan. Gendut jadi kurus? Gampang! Mau gendutnya kayak Pretty Asmara mulai dari sedot lemak di Bangkok, olahraga, diet sampai minum pil pelangsing ilegal, semuanya menghasilkan tinggal nikmatin aja efeknya. Yang penting berhasil kurus. Kurus jadi gendut? Ibarat tambahan kain tadi ya kuncinya cuma makan. Tapi gimana mau makan kalo selera berantakan? Gue udah coba minum curcuma biar napsu makan naik, minum susu sapi murni segala macem, ngemil tapi jadi daging aja kagak. Segala sesuatu emang butuh proses tapi kalo nungguin 20 kilo, kayaknya bakalan lama banget sementara gue udah bosen, bete.

[Overage is better than shortage. So does with weight. It’s harder to become fat than become thin especially is when you get sick and don’t want to eat anything. To become thin, you can do some operation, exercise, diet until consume ilegal pill. But to become fat? All you need is just eat, eat and eat. I’ve tried so hard to eat as much as i can but to reach 20 kilograms it’s not easy thing to do. It need process and surely take so long and i can’t wait anymore]


Dengan berat 29kg ini, ukuran jeans gue yang dulunya 32 turun jadi 27. Gue jadi keliatan kayak anak SMP, kecil banget kayak upil. Tiap gue belanja baju juga gue sebel karena bajunya bagus-bagus tapi gue sadar itu gak akan keliatan bagus dipake gue. Make jam tangan, gelang, melorot-melorot. The only way to makes me look good is when i wearing jacket. That’s it! Tapi bosen juga kali jaketan mulu. Gue kan sekali-kali pengen pake cardigan, mix and match all my dresses and stuffs layaknya cewek-cewek lain. Cuma ya itu, meskipun udah berusaha keras tampil bagus, tiap jalan gue suka diliatin karena badan gue yang kelewat kurus. Alhasil gue gak pernah bisa nggaet cowok. Gue ngertiin aja kalo mereka heran.

[With my weight now, 29 kilograms, my jeans size turns into 27 after before 32 in the past. FYI, it makes me like a JHS girl. Everytime i go shopping, i become un-mood because all dresses are fashionable but i know it won’t look good if i wearing those stuffs. The only way to makes me look good is when i wearing jacket. That’s it! But sometimes i feel bored of wearing jacket and want to wear cardigan, mix and match all my dresses and stuffs like others  girl. I’d love being girly so i tried to impress people with my outfit even their respond is just staring weird at me. I know they feel unusual knowing there’s a girl as scrawny as me so i just replied with a smile and act like nothing happen. Maybe that’s the reason why boys don’t come closer to me. They think i’m a weirdo, hahaha]

Gue rasa, kegemukan emang lebih enak diliat daripada kekurusan, tapi kalo udah begini ya tinggal pede aja lah. Bukannya banyak orang gendut tapi cuek aja? Kayaknya selama kita pede, it won’t be a problem, right? :) it just about the way you look at it.

[I think, oversize is more good looking than skinniness, but if you confident with your condition, it won’t be a problem, right? :) it just about the way you look at it]
 

Life Afterlife Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos